Friday
Lokasi Tambang - Tambang batu bara milik PT Adaro di Tabalong, Kalsel.
Juragan Bir Filipina Berminat Miliki Saham Adaro.
JAKARTA, KOMPAS.com - Bertambah satu lagi peminat saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) milik konsorsium Goldman Sachs. Yang terbaru, perusahaan bir asal Filipina San Miguel Corporation ikut meramaikan bursa calon pembeli saham Adaro dari tangan konsorsium yang dipimpin Goldman Sach.
Sebelumnya, Marubeni Corporation dan Tata Power kabarnya juga berniat membeli saham Adaro. Namun, tidak seperti Marubeni dan Tata Power, San Miguel secara terus terang mengakui sudah melakukan pembicaraan dengan Goldman Sach. "Ya, kami sedang bernegosiasi dengan Goldman Sachs," ujar Presiden Direktur San Miguel Ramon Ang seperti dikutip Reuters, Rabu (29/4).
Bagi San Miguel, ini kali kedua mereka meminang emiten pertambangan batu bara di Indonesia. Tahun lalu, produsen bir terbesar di Filipina itu melamar menjadi calon pembeli PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
San Miguel masih merahasiakan persentase saham Adaro yang hendak mereka beli. Induk usaha produsen Anker Bir ini juga belum mengungkapkan harga penawarannya.
Konsorsium,pemegang saham Adaro yang beranggotakan Goldman Sachs, Citigroup, dan Faralon Goldman memiliki saham ADRO lewat initial public offering (IPO) pada Juli 2008 dan tak boleh menjual saham itu (lock up) hingga Maret 2009. Begitu periode lock up berakhir, mereka berniat menjualnya.
Goldman Sachs cs berniat menjual 17 persen atau 5,44 miliar saham Adaro. Jika merujuk kurs dolar AS sekarang dan harga saham Adaro terakhir, nilai saham itu sekitar 500 juta dollar AS.
Sebagai tambahan informasi, selama ini Goldman Sachs adalah penasehat keuangan San Miguel. Kendati bisnis inti San Miguel adalah produk makanan dan minuman, belakangan San Miguel merambah bisnis telekomunikasi dan pertambangan.
Hak Goldman Sachs
Tapi sejauh ini, Goldman Sachs masih belum membuka rencana penjualan saham Adaro ini. "Kami belum bisa bicara tentang Adaro pada saat ini," ujar Connie Ling, Hubungan Investor Goldman Sachs kepada KONTAN.
Connie justru menyatakan bahwa rencana penjualan saham Adaro masih merupakan rumor pasar yang belum tentu kebenarannya. "Sesuai kebijakan kami, kami tidak akan berkomentar atas rumor pasar," imbuh Connie.
Tapi keterangan berbeda datang dari manajemen Adaro. Menurut Sekretaris Perusahaan Adaro Andre J. Mamuaya, manajemen Adaro sudah mendapat penjelasan dari Goldman Sachs tentang rencana penjualan saham tersebut. "Kami sudah konfirmasikan kepada Goldman Sachs dan mereka membenarkannya," ujarnya.
Andre juga membenarkan bahwa Goldman Sachs Cs akan menjual 17 persen saham Adaro. Dari jumlah tersebut, Goldman Sach memiliki 9,94 persen saham Adaro.
Namun Andre menyatakan, penjualan saham tersebut merupakan hak Goldman Sachs cs. Adaro tidak memiliki kepentingan apapun sehubungan rencana penjualan saham tersebut. (Yuwono Triatmodjo/Kontan)
Source : Kompas.com
Informasi lain :
Butuh modal usaha
Funder Batu Bara
Financial Consultant
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment